D0RAYAKI

  • October 27, 2011 10:36 am

Siapa coba yang tak tahu tentang “dorayaki” yang ada di dalam film doraemon ini? Kue manis yang isi dalamnya berupa pasta kacang merah ini memang cukup terkenal di seluruh dunia bahwa berasal dari Jepang! Saya mencobanya untuk pertama kali adalah 4 tahun lalu. Puaslah rasa penasaran saya tentang kue dorayaki ini. Enak lagi menyehatkan. Ada yang bentuknya kecil ada juga yang sedang sampai yang besar pun tersedia di toko kue oleh-oleh khas Jepang.

Ini adalah manis tradisional yang dibuat dengan pancake dengan Anko (pasta kacang manis) mengisi. Dikatakan bahwa itu dinamai bentuknya yang menyerupai dora (gong). Ini baik untuk membuat dorayaki pada panci listrik sehingga kue coklat gilirannya merata. Dorayaki adalah jenis gula-gula Jepang, а kacang merah pancake yang terdiri dari dua pancake kecil seperti roti yang terbuat dari Castella dibungkus sekitar pengisian pasta kacang merah manis.Ini awalnya hanya memiliki satu lapisan, dan bentuk saat ini diciptakan pada 1914 oleh Usagiya Ueno. Dalam bahasa Jepang, dora berarti “gong”, dan karena simililarity dari bentuk, ini mungkin asal nama manis.

Legenda mengatakan bahwa Dorayaki pertama dibuat ketika seorang samurai bernama Benkei lupa gongnya (dora) saat meninggalkan rumah petani di mana ia bersembunyi dan petani kemudian digunakan gong untuk menggoreng pancake, demikian nama Dorayaki.Legenda mengatakan bahwa Dorayaki pertama dibuat ketika seorang samurai bernama Benkei lupa gongnya (‘dora’ dalam bahasa Jepang) saat meninggalkan rumah petani di mana ia bersembunyi dan petani yang digunakan gong untuk menggoreng pancake, demikian nama Dorayaki. Ini benar-benar lezat dan bagus untuk makan siang atau makanan ringan. Pasta kacang Adzuki dikenal sebagai Anko. Waktu pengolahan adalah perkiraan. Saya langsung berpikir tentang permen Jepang dengan pasta kacang merah dan ada beberapa yang ada di daftar saya hal-hal yang saya ingin mencoba. Di bagian atas daftar saya adalah dorayaki yang pada dasarnya sandwich pancake diisi dengan pasta kacang merah manis.

Anda harus dapat menemukan pasta kacang merah manis di toko bahan makanan lokal Asia Anda atau Anda dapat membuat pasta kacang merah sendiri dan itu sangat mudah.Para dorayaki cukup sederhana untuk membuat juga. Ini hanya masalah membuat beberapa pancake dan kemudian menempel mereka bersama-sama dengan pasta kacang merah di tengah. Para dorayaki ternyata benar-benar baik! Saya tidak tahu apa itu pasta kacang merah manis tentang tapi aku sangat menyukainya dan itu berjalan dengan sangat baik terjepit di antara pancake.

Aku juga suka ini resep pancake saat mereka keluar bagus dan ringan dan halus dan coklat keemasan sempurna.Dorayaki tidak hanya untuk anak-anak, meskipun manga Jepang menunjukkan bahwa karakter anime Doraemon mencintai makan konpeksi ini. Saya harus membuat pernyataan ini karena aku terlalu dewasa untuk milik setiap kelompok yang lebih muda, tapi tetap saja, saya tidak merasa aneh untuk makan sendiri dengan itu.Meskipun masing-masing dorayaki dasarnya adalah jenis pancake, itu adalah sedikit lebih dari pendamping sarapan untuk sirup maple atau untuk potongan buah segar. Saya mengatakan demikian, karena saya juga seperti itu sebagai kudapan sepanjang masa. Para dorayaki klasik adalah terdiri dari dua pancake terjepit dengan pasta kacang merah manis (alias Azuki atau pasta kacang manis Anko). Dalam resep ini sederhana, saya dipasangkan dengan dorayaki dengan Nutella, yang lebih tersedia daripada Azuki kalengan di sini. Tapi jujur, setiap kali aku punya waktu untuk mempersiapkan pasta kacang merah saya sendiri, saya dengan mudah dapat mengubah pikiran saya. AYO KE JPG!

 

UJI Ibukota Teh di Jepang

  • October 27, 2011 8:05 am

Hai sahabat semua! Rosa dari Nara akan meliput tentang 1 kota bernama UJI. Setiap wisatawan datang ke Jepang, pasti sudah mencari tahu informasi tentang tempat-tempat mana saja yang akan didatangi. Mereka mencari tahu melalui internet. Dan salah 1 tempat favorit muncul adalah Uji. Karena Uji adalah tempat pertama kali teh asal Jepang diproduksi. Makanya disebut Uji, the Capital of Tea in Japan.

Kali ini saya pergi dengan berkereta. Karena biasanya saya selalu naik mobil dengan teman kakak saya. Saya pun pergi naik kereta JR. dan memakan waktu sekitar hampir 1 jam. JR lebih murah ongkosnya dibanding dengan Kintetsu. Walaupun lebih lama sedikit perjalanannya. Makanya orang asing yang berkeliling pasti pergi dengan memilih perusahaan JR sebagai transportasi mereka. JR dari rumah saya memang agak jauh. Jarak antara JR dan Kintetsu kira-kira 10 menit berjalan kaki. Kintetsu dari rumah saya lebih dekat, hanya 10 menit. Jadi untuk bisa sampai ke stasiun JR keseluruhan dari rumah saya memakan waktu kurang lebih 20 menit. Lumayan juga loh! Di siang hari yang terik. Tetapi sehat dan jalanan di Jepang tidak berpolusi.

Ada 1 cerita bersejarah terkenal yang berasal dari Uji ini. Yakni biografi tentang Genji. Yang konon, pria ini punya beberapa wanita di setiap kota di Jepang. Legenda ini sampai dibukukan dan di museumkan. Pergilah saya ke The Tale of Genji. Padahal Genji ini hanya seorang pria biasa loh! Tapi mungkin dia punya 1 kharisma yang disukai wanita. Sehingga dengan mudahnya dia tidak perlu bersaing dengan para pria lain. Cerita yang unik dan menarik. Saya pun sempat berpikir sejenak sewaktu saya berada di dalam museum, bagaimana bisa tidak ketahuan ya? Hebat sekali dia! Ahahah… Genji yang cerdik.

Karena hari sudah menjelang sore, maka saya memutuskan untuk berisitirahat sejenak dan mencicipi teh khas Jepang yang benar-benar orisinil. Di Uji, ada banyak sekali tea house. Saya pun sampai kelimpungan hendak memilih yang mana. Sampai akhirnya saya berhenti di 1 tempat yang ada tamannya. Untuk masuk pun, para pelanggan harus menulis nama di daftar. Seperti hendak memesan tempat. Dan antrian pun cukup terlihat. Ini menandakan ada banyak sekali orang yang penasaran akan rasa teh asli Uji dan bagaimana cara penyajiannya, bahkan bagi orang Jepang sendiri yang datang dari berbagai kota lain. Setelah terkumpul beberapa orang, masuklah kami ke dalam 1 ruangan, dimana ada pelayannya yang berbaju kimono tengah bersiap melayani para pengunjung. Ternyata diadakan upacara minum teh, atau yang biasa disebutTea Ceremony. Ah… Beruntung sekali saya, karena tidak setiap hari rupanya diadakan upacara seperti ini. Saya sungguh menikmati setiap segukan the yang dihidangkan panas secara tradisi orang Jepang. Begitu rampung. Sangat sempurna. Indah dan mempunyai nilai tersendiri bagi saya.

Sisi lain dari Uji yang terkenal adalah jembatannya. Karena katanya, hanya jembatan inilah yang terpanjang di Jepang. Dan pemerintah Jepang juga sangat memelihara dengan cara mereparasi ulang jembatan ini. Padahal sudah beberapa kali roboh dikarenakan gempa dan kerusakan lainnya. Memang, ketika saya menyebrangi jembatan ini, butuh waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki, tidak seperti jembatan lain yang ada di Jepang ini. Ada juga sejarah ceritanya. Sekian liputan tentang kota UJI. Jembatan yang panjang, museum terkenal, ibukota teh dari Jepang, dan banyak lagi hal menarik lainnya. Jika anda datang ke Jepang, sempatkanlah waktu mengunjungi kota ini. Sayonaraaaaaaa (^O^)/ AYO KE JPG ! !

 

DORAEMON

  • October 27, 2011 7:59 am

Baling-baling bambuuuuuuuuu…. Semua orang Jepang tahu loh kata-kata Doraemon ini. Saya juga kaget! Tapi memang frase ini juga cukup dikenal masyarakat Jepang. Mungkin karena Indonesia meruapakan Negara yang sampai sekarang pun tetap menyiarkan siaran kartun berikon kucing ini, disaat Negara lain sudah tidak. Saya pun sewaktu masih tinggal di Indonesia juga selalu menonton Doraemon! Saya juga masih ingat hari dan jam-nya.

Cerita Doraemon seperti melegenda di Jepang. Berawal dari manga karangan Fujiko F Fujio, kemudian difilmkan oleh sebuah perusahaan TV Jepang. Mencuatlah nama Doraemon di hati kalangan masyarakat. Doraemon pun dilahirkan di Negara matahari ini pada tahun 1800an kemudian berkembang menjadi serial bioskop. Digemari yang muda hingga tua. Dengan gadget terkenalnya yang keluar dari “kantong ajaib”, membuat figur kucing ini semakin terkenal saja. Setelah cukup mempunyai nama, barang-barang berbentuk dan bergambar Doraemon pun mulai diproduksi. Dari yang terbesar sampai yang terkecil seperti gantungan kunci. Semua unik dan menarik. Dan perlengakapan sekolah anak pun dihujani dengan warna biru Doraemon ini.

Ketika saya melihat 1 artikel di Koran dimana disitu tertulis bahwa ada Doraemon festival di Osaka, saya pun langsung tertarik ingin pergi ke sana. Terletak di gedung Umeda, festival Doraemon pun dilangsungkan hanya beberapa hari saja. Di sana kita bisa melihat segala sesuatunya yang keluar dari “kantong ajaib” sang Doraemon, tentunya berupa alat-alat canggih! Sangat mengesankan bukan? Beruntung sekali saya. Saya pun rela membayar tiket masuk yang agak mahal. Antrian panjang pun tidak saya hiraukan. Sungguh merupakan pengalaman yang menakjubkan. Benar-benar peristiwa yang spektakuler bagi saya hari itu.

Sosok Doraemon pun pada saat itu muncul menyapa para pengunjung. Saya juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk berfoto ria dengannya. Tokoh yang lucu dan menggemaskan bukan? Matanya yang bisa mengedip pun terlihat lihai menyorot wanita yang mengelilingi Doraemon! Senangnya bisa bertegur sapa dan bertanya tentang segala sesuatu hal dengan Doraemon. Namun sayang, bahasa Jepang saya belum terlalu lancar untuk berkomunikasi karena saya pun masih belajar. Doraemon dengan ramahnya menjawab setiap apa yang diwawancarakan ke dia. Memberikan contoh yang baik bagi anak-anak kecil yang ada. Orang tua pun juga ikut senang.

Seperti yang terlihat di foto, saya mencoba baling-baling bamboo. Seperti naik helicopter rasanya! Memang tekhnologi di Jepang ini luar biasa di mata dunia. Tidak heran dunia takjub dengan robot buatan Negara matahari ini. Saya juga mencoba 1 jubah yang membuat si pemakainya tidak kelihatan. Jubbah ini berwarna hitam, namun ketika saya memakainya, langsung saja tidak terlihat di kaca. Benar-benar ajaib ya? Saya pun jadi ingat ceritanya, dimana Nobita yang pemalas itu mengumpat ketika ibunya menemukan nilai ulangannya 0, seperti biasa! Ahahah… seperti berada dalam cerita Doraemon saja saya dibuatnya. Alat canggih lainnya adalah sarung tangan yang kalau dipakai bisa sampai menghancurkan besi dan membuatnya menjadi lempengan saja. Saya tidak tahu sarung tangan itu terbuat dari apa! Saya pun penasaran ingin membuktikannya. Dan ternyata benar! Kaget bukan kepalang saya dibuatnya. Dan sebenarnya masih banyak lagi foto-foto yang saya ambil, namun tidak mungkin saya masukan semua bukan? Petualangan 1 harian itu bagi saya tidak terlupakan. Jepang memang Negara maju dan berkembang. Tidak heran ada banyak sekali orang yang mengagumi Jepang. AYO KE JPG!^^

 

JAPANESE GARDEN

  • October 24, 2011 6:11 am

Konichiwa! O genki desuka? Artinya “Halo! Apa kabar?” Di Jepang sedanng musim gugur loh! Semua nampak indah. Dedaunan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Dan buah persimmon pun mulai panen. Buah ini rasanya manis dan teksturnya seperti apel. Jadi selain labu, buah ini juga biasanya menjadi hiasan pada hari halloween. Kembali ke topik, saya akan membahas mengenai Taman Khas Jepang. Dimana orang-orang Jepang sangat menyukai taman. Bahkan mereka rela membayar tiket masuk yang mahal hanya demi melihat sebuah taman yang memang terlihat sangat indah dan teratur.

Taman Yoshikien. Menurut Kofukuji Ko-Ezu (peta kuno Kofukuji Temple), Yoshikien Grdendikatakan situs dari Manishuin, tempat tinggal para imam tinggi Kofukuji Temple. Di Era Meiji, itu berada di bawah kepemilikan pribadi. Tapi, ketika bangunan dan taman saat ini diselesaikan pada tahun 1918, senyawa seluruh dimiliki oleh Pemerintah Prefektur Nara. Pada tanggal 1 April 1989, itu milik ke publiksehingga orang bisa menghargai taman yang indah dan mengadakan upacara teh. Taman ini terdiri dari 3 jenis yang berbeda dari kebun: ”Kolam Taman”, ”Taman Lumut”, dan “Taman Bunga untuk Upacara Teh”. Ada teh rumah di Taman Lumut. Mengadopsi naiknya alam, turunnya dan kurva dari tanah, ”Kolam Taman” dirancangdi Era Edo sehingga menjadi satu dengan gedung. Melalui ”Taman Lumut” mengalir air dari asal yang sama seperti Tobihino dan itu dikatakan baik untuk pertumbuhan lumut cedar. Taman yang berkarpet dengan kayu cedar lumut dan merupakan suasana yang tenang dengan rumah minumkayu satu cerita dengan atap jerami.
The “Taman Bunga untuk Upacara Teh” penuh dengan bunga musiman yang mengatur panggung untuk upacara teh. Hal ini dicintai oleh orang-orang untuk suasanayang sederhana namun menyenangkan.
YOSHIKIEN GARDEN, dengan daun-daunan di musim semi, dan daun merah-biru pada musim gugur, menambahkan daya tarik warna-warni ke 4 musim ini ibukota kuno.

 

Taman Isuien. Terletak di sepanjang Sungai Yoshiki indah, atau ke barat Gerbang NandaimonKuil Todaiji dicatat untuk gambar besar Buddha, ”Isuien” adalah taman hanyaJepang jenisnya ind ibu kota kuno Nara. Kebun, yang merupakan puncak tekniktaman Periode Meiji (1868-1912) adalah telah ditunjuk oleh Negara sebagaitempat yang indah (at 1975 AD). Isuien Garden ini luasnya 13.481 m2. Dan memang sudah saya buktikan dengang berjalan berkeliling. Semua nampak teratur lagi indah ditambah udara yang sejuk. Taman ini terdiri dari halaman depan di sebelah barat (sisi kanan) dari pintu masuk dan halaman belakang di sebelah timur beranda. Ini adalah kombinasi unik dari dua kawasan pejalan kaki tipe kebun karakteristik jelas berbeda. Menurut catatan lama kuil Nara, halaman depan pernah menjadibagian dari kuil cabang Manishu-In Koufukuji-Temple. Selama Periode Enpo (1970), Bapak Kiyosumi, pihak pengelola taman di Nara berpendapat bahwa, memodifikasi tata-letak kebun, mendirikan sebuah rumah beratap rumbia. Struktur ini dibaptis “Sanshu-Tei” oleh Mokuan Zenji, seorang imam dibedakan dari sekte buddha Oubaku pada upacara Pelantikan, dan telah dikenal seperti sejak itu. Halaman belakang selesai pada tahun 1899 oleh Bapak Seki Toujirou, seorang pedagang makmur di Nara, sebagai puncak dari ambisinya. Terlihat di kejauhandari kebun adalah, dari kiri, gunung Wakakusa, gunung Kaugaouku dan gunung Mikasa dengan Gerbang beratap genteng Nandaimon dan pinus-berlekuk pendekatan ke kuil sebagai pandangan pusat. Menggali kolam dan gundukan berbaring di sini dan di sana, dengan aliran jernih berjalan melalui taman. Banyak tanah batu, pohon indah diatur dalam harmoni yang sempurna dengan lingkungan tenang fasih memperlihatkan keindahan tradisional dan pesona Nara. Taman ini diselingi dengan sejarah merembes struktur beratap rumput dari gonggongan kripptomeria seperti Yagyu-Do, Hyoshin-Tei, Teishu-Ken dan Seishu-An yang selalu menggoda pengunjung untuk melihat berlama-lama di taman saat mereka meninggalkan tempat itu.

 

Sejak pembukaan pada bulan April, tahun 1969, museum Neiraku di taman ini telah menunjukkan sebagian dari koleksi untuk kenikmatan para pengunjung. Koleksi ini merupakan karya dibeli oleh Bapak Nakamura Jusaku (1875-1953), pendiri yayasan, dan untungnya terhindar dari kehancuran dalam Perang Pasifik. Karya-karya ini sebesar lebih dari 2,000 barang termasuk barang-barang perunggu, segel dan cermin dari China kuno maupun Korea tembikar kuno. Bangunan, yang unik dirancang, adalah dalam harmoni yang sempurna dengan iklim Nara. Kedatangan saya ke ibukota kuno ini yang harta kekayaan aset budaya Jepang akan benar-benar bermakna dengan kunjungan tambahan saya ke museum di taman dimana saya dapat menikmati koleksi benda seni langka kuno Cina dan Korea. Sekian cerita tentang Taman-taman di Jepang. Berharap pembaca menyukainya. AYO KE JPG ! (^O^)/

KY0T0 BOTANICAL GARDEN

  • October 18, 2011 9:06 am

Dari judulnya saja pasti sahabat semua bisa menebak, topik apa yang kira-kira saya bicarakan saat ini. Tepat sekali. Saya sudah mengunjungi taman ini. Letaknya di Kyoto. Akan tetapi tidak selamanya buka. Kyoto Botanical Garden hanya setahun sekali. Yakni pada bulan Mei awal. Di mana musim semi tengah berlangsung! Botanical Garden ini agak jauh dari stasiun kereta api. Jadi saya, kakak dan mami saya berjalan kaki kira-kira 20 menit hingga sampai di tempat. Dengan bermodalkan peta, kami pun bisa mencarinya sampai ketemu. Dan di sinilah kami, petualangan pun dimulai dan tentunya banyak sekali jeprat-jepret sana-sini mengambil foto. Kami sungguh “enjoy” dengan suasana seperti ini

 

Di taman ini, ah, sebenarnya terlihat seperti kebun, karena lebih luas dan memang sangat luas tempatnya! Saya jadi ingat akan lagu yang sering kita nyanyikan dulu “Lihat kebunku, penuh dengan bunga. Ada yang putih dan ada yang merah, setiap hari kusiram semua. Mawar melati, semuanya indah!” Memang sangat indahlah ciptaan Tuhan. Pasti tahu dong lagu itu? Ini baru sebagian yang anda lihat. Karena masih banyak lagi bunga-bunga yang bahkan saya pun tidak tahu jenis apa. Tapi untungnya ada tulisan penjelasa mengenai apa nama bunga-bunga tersebut. Tercetak dalam tulisan Jepang dan bahasa Inggris. Semua nama seindah bunganya. Bunga memang indah dan harum sekali semerbak baunya hmmmmmm…

 

Anehnya saya menemukan bunga tulip. Setahu saya bunga ini menjadi ciri khas negeri Belanda. Tulip di sini pun ada bermacam-macam warnanya. Tapi tentu tidak semua. Hanya ada warna putih dan peach. Mungkin di Jepang tidak bisa tumbuh. Seperti tulip hitam yang hanya bisa tumbuh di negara asal. Memang orang Jepan suka sekali menghias dengan bunga. Semuanya dibuat sangat indah! Diatur dengan sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Bagian tulip ini terlihat bersih-putih. Bukan hanya kuncup tapi bunga-bunga ini tumbuh mekar dan bagus rupanya! Seakan hati ini ingin menari di antar bunga-bunga. Perasaan bahagia pun tumbuh sedemikian rupawan bak kebun di Kyoto ini…

 

Saya temukan bunga mawar. Atau dalam bahasa Jepangnya bara. Ini menjadi seakan-akan identitas saya. Dikarenakan nama saya diambil dari bunga tersebut. “Rose” dalam bahasa Inggrisnya, seindah namanya, seelok sosoknya. Berwarna merah dan sebenarnya terlihat palsu, akan teteapi ini semua asli. Duri-durinya pun sudah dipotong jadi terbukti sudah bahwa taman ini dirawat betul dan sehat sekali. Jenisnya pun ada bermacam-macam juga. Selain merah (yang sudah menjadi ciri bunga mawar) ada juga warna ‘peach’. Tapi hanya di Indonesia yang tumbuh berwarna hitam. Ya jikalau ada di negara lain, berarti sudah dibudidayakan; karena aslinya berasal dari Indonesia yang beriklim tropis sehingga bunga mawar hitam ini bisa tumbuh.

 

Setelah berkeliling dengan tidak melewati 1 jenis pun bunga, kami berjalan keluar dan mendapatkan toko-toko yang menjual bibit bunga dan juga tanaman kecil yang ditanam di pot sehingga bisa menjadi oleh-oleh. Ada juga bunga yang siap dirangkai untuk dijadikan bahan sebagai “ikebana” atau seni merangkai bunga. Ada juga per tangkai yang biasa dibeli pria untuk sang kekasih tercinta (mawar). Harganya memang agak sedikit mahal, tapi wajar saja lah. Karena mereka juga merawat sebegitu rupa untuk bisa menhasilkan seperti ini dan bukan hanya sekedar bunga saja tapi yang bisa dikagumi karena keelokannya. Ya inilah Botanical Garden di Kyoto. Bagi anda yang punya hobi bercocok tanam, datanglah ke sini. Ayo Ke Jepaaaaaaaaang (^o^/).

T 0 K Y 0

  • September 18, 2011 1:24 pm

Hey! Bagaimana kabar semua? Lama tidak mengupdate karena sibuknya kehidupan di sini. Seperti yang anda semua tahu bahwa orang Jepang adalah pekerja keras. Ya! Bicara tentang “workaholic” saya akan menjabarkan tentang ibukota negara ini. Tokyo sangatlah berbeda dengan Nara (kota yang saya tinggal sekarang). Di Tokyo semuanya serba cepat. Ketika saya mulai bekerja di sini saja sudah takjub dengan gesitnya orang-orang sini, akan tetapi di Tokyo semuanya seakan-akan mengejar waktu dan uang! Tokyo kota yang sibuk. Tokyo kota yang ramai. Tokyo tidak pernah tidur. “The city that never sleep”. Tokyo serba mahal. Di sini saja biaya penghidupan bagi kami para “gaijin” sudah keterlaluan tapi Tokyo adalah yang termahal.

 

 

 

 

Pertama kali saya ke Tokyo adalah tahun 2007 bulan april. Ketika itu saya pergi bersama kakak dan mami saya. Begitu kami sampai, langsung pergi ke ASAKUSA. Ini adalah Gerbang Tokyo! Dengan Lentera besar atau disebut juga CHO CHING. Ciri khas kota tokyo dan sekaligus menjadi identitas. Di sekitar “Tokyo Gate” ini ada toko-toko yang menarik. Mereka berjualan cinderamata khas Jepang. Ada juga Kuil tempat orang Budha beribadah. Jika kita merasa lelah, kita bisa menyewa becak khas Jepang “Man’s Power Car”. Kendaraan ini sangatlah unik karena memakai tenaga manusia saja untuk menjalankannya. Jadi Orang yang menarik becaknya dengan berlagi sedangkan penumpang duduk di belakang denga kapasitas kursi 2 orang dewasa.

 

Tempat menarik lainnya adalah Shopping Arcade. Yakni di Nakano Broadway. Jika kita ke sana dan berjalan kaki bisa-bisa menghabiskan waktu 4 jam lho! Karena tempat perbelanjaan di mana banyak toko berjejer kanan dan kiri ini sangatlah panjang. Jadi siap-siap saja kaki kita terasa pegal. Tetapi bagi saya ini adalah semacam hal yang harus dipatutkan karena dengan kita menikmatinya, kita sudah mendapatkan banyak hal mengenai barang-barang yang dijual dan sepertinya semua serba ada. Harganya pun masih bisa dijangkau para wisatawan. barang yang didapat juga berkualitas tentunya. Selain toko juga terdapat restoran dengan berbagai jenis masakan. Kita tinggal pilih saja mau yang mana.

 

Berikutnya adalah GINZA! Sungguh bangga bisa mengunjungi pusat perbelanjaan di Tokyo ini. Area ini terkenal mahalnya. Semua yang dijual pasti bermerek. dan bahkan jalanan yang kita pijak pun 1 kotak lantainya bisa berharga sampai jutaan loh! Kaget bukan kepalang saya. Bak artis yang berjalan menikmati setiap langkah, saya pun senyum. Ah! Tidak sangka saya bisa pergi ke sini. Saya pun tidak merasa kedinginan dengan angin yang menusuk tajam ke kulit. Bahkan saya berjanji pada diri saya sendiri saat itu, apabila saya bertemu dengan artis yang saya kenal; saya tidak akan meminta foto atau tanda tangan. Artis punya banyak uang untuk keliling dunia, tapi saya hanya 1 orang yang beruntung bisa pergi ke daerah Ginza!

 

 

 

 

Sekarang kita membahas “Korean Town” di Tokyo. Di sini saya mampir ke studio Bae Yong Joon. Bagi yang senang drama Korea pasti tahu tentang pria yang sedang saya bicarakan di ini. Saya melihat album-album fotonya dan juga berkaraoke ria di mana “sound-track” drama-drama Korea dikumandangkan. Saya juga melihat koleksi Bae Yong Joon sendiri. Semua yang berhubungan dengan sosok artis ini ada di studio. Tidak rugi saya membayar mahal. Tetapi Saya bisa seperti berada dalam kehidupannya. Setelah puas menyanyi, kami pun pergi mencari makan dan singgah di restoran Korea yang menyajikan Pizza yang terbuat dari sayuran dan berbumbu pedas, lengkaplah hari itu.

 

Tokyo di setiap stasiun kereta api semua orang berlari karena mengejar setiap detik. Di setiap lampu merah juga seperti rasanya mau perang. Jika lampu untuk pejalan kaki sudah hijau, semua orang bergerak maju berjalan kaki cepat dan berlari. Anda bisa bayangkan dong pastinya? Hahahaha… Inilah Tokyo. Ibukota Negara Jepang yang semua serba cepat dan waktu adalah uang . Seakan-akan semua sangat menghargai waktu dan tidak mau menyia-nyiakannya. Jadi jangan sampai berbuat salah. Harus lakukan yang terbaik. Begitulah kira-kira. Datanglah Ke Tokyo dan berjalan-jalanlah ke Shinjuku. Nikmatlah setiap waktu yang ada dengan berjalan-jalan di “Tourism Spot”. AYO KE JEPANG ^^ Sayonaraaaaaaaaaa

AQUARIUM

  • July 18, 2011 11:56 pm

Konichiwa! O genki desuka? Itu artinya HALO! APA KABAR? Saya berharap semua dalam keadaan baik-baik saja ya! Kali ini saya akan bahas tentang Aquarium yang letaknya di Osaka. Saya pergi dengan kakak, keponakan, mami dan 1 orang Jepang teman kakak saya. Kami semua naik mobil dan menempuh perjalanan kira-kira 2 jam dari Nara. Selama Perjalanan pun kami juga menikmati penmandangan sekitar. Semua terasa indah dilihat. Tidak ada kemacetan dan yang terlihat hanyalah ketertiban berlalu lintas. Dan perjalanan pun tidak terasa sembari kami bercengkerama.

Begitu sampai kami langsung makan siang di restoran a la Turki. Di sana kami bisa makan sepuasnya. Dan lucunya, kami diberi durasi 70 menit. Tapi belum juga sampai 1 jam, perut kami sudah kenyang karena kami mencoba semua masakan yang dihidangkan. Sebagai makanan penutup ada es krim yang disajikan dengan atraksi terlebih dahulu. Sang pembuat es krim, yakni orang Turki sendiri,; sangatlah mahir dalam mengaduk dan menggoda kami dalam menyajikan es krim, ajaibnya, es krim tersebut jika dibolak – balik tidak tumpah dan rasanya seperti lebih bertekstur dibandingkan es krim biasa.

Selesai makan kami pun masuk ke areal aquarium. Tiket masuknya bervariasi. Jika hanya untuk melihat ikan ~ ikan saja dikenai 2000 ¥ untuk orang dewasa, 400 ¥ untuk anak balita dan 800 ¥ untuk anak kecil. Jika ingin menaiki Kapal Santa Maria sekaligus dikenai biaya 2900 sekaligus. Kami memilih tiket untuk semua wahana, yakni 2900 ¥ ditambah 700 ¥ untuk menaiki Gondola, yakni TEMPOZAN dan ini terbesar di dunia. dan jenisnya pun ada 2. Yang biasa dan yang semua kacanya bening, jadi sangatlah seram untuk melihat ke bawah; semua orang dan bangunan terlihat seperti semut. Saya pun duduk dan sambil berpegangan pada tiang yang ada.

Ikan yang ada, saya tidak bisa sebut satu_persatu karena banyak sekali jenisnya. Tapi tentunya ada beberapa jenis yang tidak saya temukan di sea world Indonesia, seperti: penguin, raja kepiting dan masih banyak lagi jenis ikan~ikanan yang tidak bisa hidup di perairan Indonesia. Kami sangat menikmati hal ini. Dengan berjalan sudah menghabiskan waktu hampir 3 jam di dalam. Kami tentunya mengambil banyak sekali foto. Tapi sayangnya tidak boleh memakai “flash” karena takut si ikan kaget dan menyerang kita. Maklum ikan di sini besarnya hampir setubuh saya. Hahahaaaaaaaa

Beruntungnya kami, karena pada hari kami berkunjung; adalah jadwal aquarium dibersihkan, jadi ada 1 penyelam yang sedang menyikat dinding kaca aquarium. Pria itu terlihat sangat tenang dan sudah biasa memberi makan ikan-ikan besar itu. Ingin rasanya saya ikut menyelam bersama, akan tetapi seperti tidak punya nyali yang sebesar itu. Tapi jika dilihat terus menerus seperti menarik perhatian kami. Sang penyelam pun tidak merasa kegelian walaupun dikelilingi ikan-ikan kecil yang terliaht mencubit-cubit pakaian sang penyelam. Kami yang menonton pun terlihat sangat antusias.

Pada sesi terakhir kami memasuki area di mana boleh menyentuh ikan yang masih terbilang bayi tapi cukup besar juga terlihat. Seperti bayi ikan hiu, juga ikan lain yang masih tergolong jinak. Kami pun merasa tertarik untuk tak hanya sekedar menyentuh akan tetapi memegangnya. Dan ada bagian yang boleh disentuh atau tidak. Kami hanya diperbolehkan menyentuh bagian punggung ikan saja. Dan kami pun merasa tertantang untuk memegang jenis ikan yang lainnya. Tapi tentunya sebelum dan sesudah memegang ikan kami harus mencuci tangan terlebih dahulu. Supaya tetap bersih tentunya.

Setelah itu kami menaiki Kapal Santa Maria. Kami dibawa berkeliling Osaka River selama kurang lebih 1 jam. Pemandangan sekitar pun terlihat indah. Cuaca yang sejuk, aroma air laut yang khas, juga warna ~ warni bangunan dan kapal – kapal yang terlihat disekeliling. Di dalam kapal ada restoran juga. Dan kapal ini terlihat begitu luas dan kami pun bisa naik ke atas dan pasang gaya untuk berfoto. Suasana di dalam dan di luar kapal terasa hangat. Ada juga beberapa orang asing yang terlihat begitu menikmati. Karena wahani ini juga termasuk dalam daftar yang harus dicoba para wisatawan.

 

U. S. J

  • July 5, 2011 5:52 am

Universal Studio Japan! Ini letaknya di Osaka. Saya ke sini 4 tahun lalu bersama kakak perempuan di atas saya dan 2 orang Jepang. Kami naik kereta dari Nara. Dari rumah, saya dan kakak saya dijemput naik mobil oleh teman kakak saya. Ternyata dia artis samurai lho! dia sudah sering ke Indonesia. Jadi bahasanya sudah lumayan lancar. Yang 1 lagi adalah temannya. Walaupun bahasa Indonesianya tidak begitu bisa, tapi dia lancar berbahasa Inggris. Jadi tidak ada kesulitan bagi kami dalam berkomunikasi. Seperti yang banyak orang ketahui bahwa orang Jepang sangat sedikit yang bisa bahasa Inggris. Sedangkan kami tidak bisa bahasa Jepang.

Mobil di parkir di area parkir terdekat stasiun kereta. Perjalanan menempuh kurang lebih 1 jam lewat sedikit. Sesampainya di sana, kami mulai mengantri panjang. Karena pada saat itu memang sedang liburan sekolah, dan banyak yang datang berkunjung untuk rekreasi bersama keluarga atau teman demi mencoba setiap wahana yang seru! Harga tiket masuknya lumayan mahal lho ternyata. Tapi demi pengalaman yang seru dan menarik, ini tentunya bukan seberapa. Setelah rapi berbaris beberapa menit, akhirnya kami mendapatkan kesempatan untuk masuk; dan petualangan pun dimulai….

Di U. S. J ini seperti kebanyakan Universal Studio yang tersebar di seluruh dunia. Ada banyak karakter kartun yang menarik. Saya dan kakak saya sangat menikmati waktu kami 1 harian itu. Kami banyak sekali mengambil foto. Setiap permainan yang ada, pasti kami coba! Bahkan kami tidak sempat duduk dan makan siang sejenak, jadinya ya kami hanya beli makanan kecil yang bisa dinikmati selagi mengantri permainan. 1 harian itu pun masih ada beberapa yang belum kami coba saking banyaknya wahana. Dan letaknya tidak begitu dekat jadi karena luasnya tempat harus berjalan kaki beberapa menit dulu sampai ke wahana berikutnya.

Kami diberitahu oleh 2 orang Jepang itu bahwa kalau kami bilang ke salah 1 karakter kartun yang ada, seperti sebutlah Indiana Jones; “kami berulang tahun hari itu”, semua tokoh kartun akan dipanggil dan berkumpul sambil memegang balon masing-masing di tangan. Setelah itu mereka akan berteriak ‘HAPPY BIRTHDAY’ sembari melepas balon~balon tersebut yang akan terbang melayang ke angkasa. Hal spektakuler seperti ini tidak akan saya lupakan. Dan sangat bagus sewaktu direkam. Ini tidak semua orang tahu loh. Jadi saya bisa dibilang beruntung karena ada yang memberitahu. Senangnya….

Wahana selanjutnya yang juga tidak bisa kami lupakan adalah holywood dream. Ini seperti roller coaster. tapi ya seperti yang kita ketahui bahwa tekhnologi di Jepang sangat canggih. Wahana ini berlangsung selama 4 menit, di saat Indonesia hanya 80 detik wahana halilintarnya. Dan di dalam wahana di USJ ini pun, kita diberi kesempatan untuk memilih lagu. Jenisnya pun bermacam_macam. Bahkan sampai ke Jpop / Japanese Pop. Tapi bagi saya percuma juga! Karena dijamin tidak bisa tenang mendengarkan dengan tenang sewaktu jalannya wahana ini. Sungguh menegangkan!

 

 

 

 

Kami menghabiskan waktu hingga malam tiba. Terakhir kami mampir di toko souvenir. Saya membeli baju snoopy bertuliskan Universal Studio Japan. Juga tidak lupa membeli penganan kecil berupa coklat dan kue yang tentunya enak. Pada waktu sekarang pun saya mau pergi ke sana lagi. Tapi ya berhubung belum sempat dikarenakan pekerjaan, jadinya mungkin lain waktu. Jika anda sekalian datang ke Jepang dan mendarat di Kansai Airport, jangan lupa menuliskan U. S. J ke dalam daftar perjalanan anda. dijamin seru dan mengasyikan. Ini tidak dibatasi dengan umur, baik tua maupun muda pasti menikmatinya. SAYONARA!

I Z A K A Y A

  • June 7, 2011 3:39 am

Hai – hai semua pembaca setia artikel. Bagaimana kabar? Semoga baik ~ baik saja. Ya, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Izakaya; yakni rumah makan yang juga menyediakan minuman keras. Jadi gabungan antara restoran dan bar. Tentunya sebuah restoran menyediakan berbagai macam menu yang menggiurkan! Dan di setiap izakaya mempunyai beberapa menu khusus yang khas di mana izakaya lain tidak menyediakannya. Minuman yang disediakan, salah satunya pasti Sake. Dan itu pun ada beberapa tingkatan kerasnya. Botolnya pun ada berbagai ukuran, dari yang besar sampai kecil.

Pelanggan yang datang jika ingin memesan sake yang botol besar selalu dinamakan. Mengapa dinamakan begitu? Karena tidaklah mungkin dia habiskan dalam 1 kali kedatangan, jadi bisa disimpan dan bisa dipesan kembali untuk kedatangan berikutnya. Jadi dalam izakaya ada 1 rak besar tempat penyimpanan botol _ botol sake yang sudah dinamakan karena sudah ada pemiliknya. Cara penyajiannya pun berbeda di setiap izakaya. Ada yang memakai geisha yakni wanita berkimono yang menuangkan. Ada juga oleh staf lelaki yang bertugas pada saat itu. Ada sake panas yang sesuai untuk musim dingin dan sebaliknya.

 

 

Makanan yang dijual tentunya ada sushi atau sashimi. Oden, yakni dim sum a la Jepang yang ada kuahnya. Ada juga Udon, yakni mie khas Jepang yang besar ukurannya. Adajuga soba, yakni mie yang tidak terlalu besar dan ada yang berwarna hitam. Selain itu juga ada banyak lagi jenis makanan yang menggiurkan, disajikan oleh tangan yang profesional dalam memasak. Harganya memang sedikit mahala, karena izakaya bukanlah restoran yang punya cabang, jadi bahan masakan yang dibelanjakan adalah per satuan yang bukan dibeli sekaligus banyak. Itulah sebabnya harganya agak mahal.

Biasanya izakaya buka dari sore hingga larut malam. Mengapa demikian? Karena yang datang adalah para pekerja yang pulang kerja. Paling ramai adalah akhir pekan. Dan mereka bisa sampai mabuk di tempat. Bagusnya, mereka kalau mau ke izakaya sudah merencanakan tidak membawa mobil jadi mereka kalau mabuk izakaya akan menelepon taksi dan mereka akan diantarkan ke rumahnya. Di Jepang sangat tertib mengenai hukum. Mereka yang minum bir sedikit saja tidak boleh menyetir. Ini yang saya takjub mengenai kedisiplinan orang Jepang. Salut untuk mereka.

Izakaya pun ada yang beberapa tempat duduk. ada yang bergaya tatami, ada juga yang duduk langsung di bar. Yang bergaya tatami biasanya harus dipesan dulu lewat telepon. Ada yang mengadakan rapat, ada juga yang merayakan suatu perayaan seperti syukuran sehabis pernikahan. Karena biasanya mereka mengundang rekan terdekat untuk merayakan seperti ini. Izakaya tidak menyediakan layanan antar seperti layaknya restoran yang kita ketahui. Dan sangat jarang orang Jepang membeli makanan di izakaya untuk dibungkus da dibawa pulang. Karena biasanya mereka menjaga kesegaran makanan, jadi makan di tempat saja.

Izakaya pun ada di daftar tempat yang direkomendasi oleh setiap hotel bagi para wisatawan asing yang berkunjung. Jadi walaupun tempatnya berada di koridor, tetap saja nama dari suatu izakaya bisa terkenal bahkan bukan saja dari mulut ke mulut akan tetapi dari daftar tulisan; walaupun mereka tidak punya homepage khusus yang bisa menganyarkan nama restoran mereka. Izakaya biasanya menjaga kualitas dan ketradisionalan mereka. Jadi walaupun banyak bar / pub dan restoran asing yang bermunculan, tetap saja izakaya kerap kali didatangi oleh pelanggan setia yang sudah tahu akan kekhasan izakaya ini.

Biasanya para pekerja yang bertugas adalah mahasiswa yang masih kuliah. Dan seperti yang seluruh dunia mengakui bahwa para pria Jepang kebanyakan bagus paras wajahnya. Jadi ya begitulah. Dengan keramahan dan pelayanan yang terbaik mereka bekerja demi menjaga kesetiaan pelanggan. Tidak sedikit izakaya yang sudah turun temurun bahkan sampai hampir 100 tahun berdiri. Jepang Oh Jepang. Makanan yang lezat dan segar, orang yang baik dan sopan. Bagaimana saya tidak betah untuk tinggal di sini? Pergi ke Jepang rasanya kurang mantap jika belum makan di izakaya. Mampir dan rasakanlah sendiri. SAYONARA!

MANJU

  • May 18, 2011 1:51 am

Artikel ini menceritakan tentang panganan khas jepang! Ya! Manju. ini adalah kue yang dibuat satu per satu oleh tangan-tangan yang terampil. Manju rasanya tidak terlalu manis. Manju bentuknya macam~macam. Warnanya pun bervariasi. Kita bisa membeli Manju di toko kue yang masih tradisional. Di kota tempat saya tinggal pun ada toko Manju yang sudah 60 tahun produktif. dan bagi mereka ini masih baru. karena biasanya toko_toko seperti inilah yang bisa mencapai hampir seratus tahun karena turun temurun.

 

 

Ada banyak jenis Manju, tetapi kebanyakan memiliki luar terbuat dari tepung ,beras bubuk dan soba dan mengisi sebuah ( pasta kacang merah ), terbuat dari direbus kacang azuki dan gula. Mereka direbus bersama lagi dan diremas. Ada beberapa jenis pasta kacang digunakan termasuk koshian, tsubuan, dan tsubushian. Manju berasal dari sejenis mochi (蒸饼), atau kue beras tumbuk, yang telah ada di Cina untuk waktu yang lama. Itu awalnya bernama Mantou di Cina , tetapi menjadi dikenal sebagai Manju ketika datang ke Jepang.

 

 

Pada 1341 , utusan Jepang yang kembali dari Cina dibawa kembali Manju dengan dia dan mulai menjual sebagai Nara-Manju. Dikatakan bahwa ini adalah asal Manju Jepang. Sejak itu, telah dimakan selama hampir 700 tahun oleh orang Jepang. Sekarang dapat ditemukan di banyak toko-toko manis Jepang. harga rendah adalah alasan bahwa itu adalah terkenal di kalangan orang Jepang. Ada varietas segudang Manju, beberapa lebih umum dibanding yang lain.

 

 

 

  • Matcha (teh hijau) Manju adalah salah satu yang paling umum. Dalam hal ini, bagian luar Manju memiliki teh hijau rasa dan berwarna hijau.
  • Mizu (air) Manju secara tradisional dimakan di musim panas dan mengandung kacang rasa mengisi. Bagian luar Manju Mizu dibuat dengan pati Kuzu , yang memberikan adonan jelly, seperti penampilan tembus.
  • Ada juga Manju yang memiliki tambalan rasa yang berbeda, seperti krim rasa jeruk.
  • Seperti halnya dengan makanan Jepang banyak, di beberapa bagian Jepang orang dapat menemukan Manju unik untuk wilayah itu, seperti Momiji Manju berbentuk daun maple di Hiroshima dan Miyajima.

Berikut adalah bahan untuk membuat Manju:

  • 2 1 / 2 cangkir tepung terigu
  • 4 TSPS baking powder
  • 1 / 4 cup gula
  • 2 / 3 cangkir air
  • 3 / 4 lb Anko (pasta kacang azuki manis)

Persiapan:

Ayak tepung dan baking powder. Masukkan empat dalam mangkuk besar. Tambahkan gula. Tuang air hangat dalam mangkuk dan uleni adonan sampai halus. Bagi adonan menjadi 12 buah. Buatlah bentuk bulat dan meratakan mereka. Taruh sesendok Anko mengisi di tengah adonan. Bungkus Anko oleh peregangan adonan dan membuatnya bulat. Setiap tempat manju pada selembar kertas kecil perkamen.Panaskan dandang dengan api tinggi. Tempat manju di kukusan, dan kukus selama 15 menit. ini untuk membuat 12 kue manju.

Saya pribadi suka sekali Manju! Karena ini cemilan yang menyehatkan juga cukup mengenyangkan. Saya suka kacang merah. Saya juga suka teksturnya yang lebut lagi kenyal. Saya rasa orang Jepang di segala usia juga sangat suka Manju. Walaupun ada banyak juga snack import dari luar, tapi saya terlalu yakin dan percaya bahwasanya Manju tetap digemari. Walaupun harganya agak mahal per satuan, tapi Kue ini memberikan cita rasa yang berbeda sendiri. . . .